Previous month:
Oktober 2012
Next month:
Maret 2013

Ingin "Beruntung"? Simak Kata CEO Rakuten Inc Berikut

(Note: Versi bahasa Inggris artikel ini pernah dipublikasikan di en.justelsa.com)

Apakah Anda pernah mendengar nama Rakuten sebelumnya? Jika Anda penggemar segala sesuatu berbau Jepang, atau Anda hobby belanja online, mungkin Anda sudah pernah.

Tapi jika belum, maka Anda perlu ketahui bahwa Rakuten Inc adalah sebuah online mall, yang bisa disebut sebagai versi Jepangnya Amazon.com.

Bahkan, Rakuten bukan hanya menjalankan bisnis di Jepang, tetapi juga di berbagai negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan tersebut bahkan mendapatkan posisi 10 besar (nomor 7) menurut majalah bergengsi Forbes sebagai salah satu dari perusahaan paling inovatif di dunia.

Nah, untungnya, CEO dari Rakuten yaitu Hiroshi Mikitani, bukanlah orang yang egois. Ia bersedia berbagi tentang apa yang dibutuhkan untuk sukses melalui blognya. Mikitani mempunyai sebuah blog di LinkedIn, dan suatu waktu ia pernah menulis tentang bagaimana caranya untuk menjadi orang yang beruntung.

Sebab Anda pasti tahu, bahwa sering kali orang menganggap ketika ada orang lain yang sukses, maka itu hanya disebabkan oleh "keberuntungan" saja.

Tapi apa sebenarnya yang diperlukan untuk menjadi orang beruntung? Mungkin Anda pernah mendengar kata-kata bijak yang bunyinya “keberuntungan itu terjadi jika ada peluang bertemu persiapan”.

Atau, Anda mungkin juga pernah mendengar bahwa "makin keras Anda bekerja, makin beruntunglah Anda".

Keduanya memang cocok. Tapi Mikitani punya satu hal lagi yang perlu ditekankan, bahwa ada sebuah rahasia tentang bagaimana Anda bisa menjadi orang yang beruntung dan sukses dalam bidang Anda.

Siap untuk mengetahuinya?

Pertama, Anda baru bisa sukses ketika ada akumulasi dari 0.01% perbaikan-perbaikan (improvement) yang dilakukan secara terus menerus.

Jadi, melakukan suatu hal sekali langsung beruntung itu tidak mungkin kan?

Jadi itulah rahasianya.

Jawabannya adalah Anda harus melakukan usaha dan membuat perbaikan-perbaikan 0.01% setiap berusaha, sampai akhirnya mencapai 100%. Jadi menjadi beruntung bukan hanya tentang frekuensi / mencoba lebih sering / bekerja lebih keras, tapi dengan membuat perubahan-perubahan positif setiap kali berusaha.

Kuncinya adalah menjadi orang yang  “action oriented” .

Dan ada lagi sat hal yang ingin saya tulis: untuk menjadi beruntung, kecepatan itu sangat diperlukan.

Menurut taikun Jepang tersebut, waktu lebih berharga daripada skill atau ketrampilan. Yang penting adalah seberapa efektif Anda bekerja, sehingga Anda harus berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak dengan cepat.

Kegagalan pasti akan muncul, tapi jika Anda cepat, maka ketika Anda terjatuh Anda bisa bangkit jauh lebih dini ketimbang saingan Anda.