Pertimbangan Membeli Laptop Baru
Puas Diri atau Qana'ah

Buku

Susan-cain-quiet

Meski lingkungan nampaknya lebih menyukai sikap extrovert, kita perlu menghargai kekuatan para introvert, kata penulis Susan Cain. Ia adalah penulis buku best-seller “Quiet, The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking".

Menurut Cheryl Miller, dalam buku tersebut Susan Cain menjelaskan mengapa dan kapan masyarakat kita mulai lebih menghargai sikap extrovert dalam berbagai bidang seperti pendidikan, bisnis, industri, dan politik; ia percaya bahwa ada risiko jika kita terus melakukan hal tersebut. Cain mendukung argumennya dengan 50 halaman catatan; namun datanya dibuat agar mudah dibaca dan dicerna.

Menurut Susan Cain, banyak psikolog setuju bahwa introvert dan extrovert mempunyai level stimulasi eksternal yang berbeda.  Introvert butuh lebih sedikit, extrovert butuh lebih banyak.

Seorang introvert mungkin lebih memilih berada di rumah dan membaca buku yang bagus, daripada bergi berpesta.  Orang introvert menyukai memikirkan berbagai hal, diskusi yang mendalam, serta lebih suka mendengarkan daripada berbicara.

Extrovert lebih banyak berbicara, dan lebih merasa nyaman berada dalam sorotan.  Mereka lebih memilih tindakan daripada renungan, dan mereka lebih memilih kepastian daripada keraguan. 

Dua kepribadian ini juga berfungsi secara berbeda – extrovert adalah pembuat keputusan yang baik, sementara introvert bekerja lebih perlahan, dan lebih suka bekerja sendirian.

Psikolog dan peneliti Robert McCrae telah mempublikasikan peta dunia berdasarkan kepribadian.  Menurut peta hasil penelitiannya, orang Asia cenderung introvert, sementara orang Eropa cenderung extrovert.

Satu kepribadian tidaklah lebih baik daripada kepribadian lain, tetapi akan bisa menjadi sulit bagi seseorang untuk menjaga kepercayaan diri ketika ia berbeda dengan kebudayaan yang dominan di sekitarnya.

Susan Cain menjelaskan betapa pentingnya pengertian dari orang tua dan guru kepada anak-anak yang introvert, agar mereka bisa menghargai anugerah sensitivitas, rasa peduli, serta empati yang mereka miliki.  Ia berpikir bahwa banyak sekolah dibuat untuk orang extrovert, di mana biasanya murid bekerja dalam kelompok yang gaduh, ketika anak-anak yang dominanlah yang berbicara.

Seorang anak introvert memerlukan ruang kelas yang lebih tenang, dan ia perlu kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang ia inginkan secara intens. Tahu bagaimana cara bekerja secara individual adalah skill penting bagi semua siswa.  Guru bisa mendorong anak-anak introvert untuk berbicara di depan kelas, tetapi mereka tetap harus mengerti sifat mereka dan tidak boleh memaksakan kehendak. 

Bakat mereka ada di hal lain.

 

Referensi:

"Reaching a 'Quiet,' happy place" oleh Bonnie Wyler

http://www.wickedlocal.com/norwood/news/x1655333631/Wyler-Reaching-a-Quiet-happy-place

Comments

The comments to this entry are closed.