Buku Psikologi Penjualan
Silo untuk SEO Website

Bisnis Karaoke Host

Kelly, seorang pimpinan dari Jim Kelly Entertainment yang berpusat di Edgewood sudah bergerak dalam bidang bisnis karaoke  semenjak tahun 1991. Bisnisnya bukan mendirikan tempat karaoke, melainkan menjadi karaoke host untuk bar, pesta, dll.

Ia pertama kali tertarik di bidang tersebut sekitar tahun 1960-an ketika ia menulis dan merekam sebuah lagu untuk sebuah grup musik lokal bernama  The Stratfords.

Lagu yang berjudul "Never Leave Me” pernah berada di posisi 4 tangga lagu top-40 di Baltimore pada bulan January tahun 1964, yaitu saat yang sama ketika grup The Beatles merilis single mereka "I Want to Hold Your Hand".  Tentu saja, The Beatles membuat mereka tak bisa mencapai nomor satu di tangga lagu.

Setelah ketenarannya di area lokal ini, Kelly mencoba menjuar asuransi dan menjadi supir truk, tetapi indahnya dunia karaoke menarik perhatiannya di tahun 1991. Saat itulah ia memutuskan untuk menerapkan apa yang ia tahu tentang dunia hiburan untuk bisnis karaoke yang awalnya bermula dari Jepang itu.

Uang Dari Bisnis Karaoke

Kata "karaoke" merupakan gabungan dari dua kata bahasa Jepang yang berarti "orkestra kosong". Dalam arti, penyanyi amatir mengisi lagu yang hanya diiringi musik dengan suara vokal mereka.

Karaoke dimulai di Jepang untuk para pebisnis yang menginginkan waktu bersosialisasi dengan kolega mereka setelah bekerja seharian. Lama kelamaan, budaya karaoke semakin menyebar ke seluruh dunia.

Semenjak sampai ke Amerika Serikat, popularitasnya sampai sekarang masih terus naik. Keuntungannya bisa mencapai $10 milyar menurut salah satu perkiraan dari Far Eastern Economic Review. Pelaku bisnis karaoke seperti Kelly bisa mendapatkan sekitar $200 tiap malam.

Perlengkapan karaoke rumahan harganya sekitar $169, dan Kelly menginvestasikan $14,000 untuk dua sound system dan $30,000 untuk koleksi CD yang berisi lebih dari 11,000 lagu. Ia terus membeli CD baru tiap bulan, yang menghabiskan sekitar $30 per CD. Dari tahun ke tahun, Kelly sudah merekrut tiga host karaoke yang bekerja untuknya di klub lain di mana ia bekerjasama.

Menurutnya, cara terbaik meningkatkan penjualan atau pendapatan adalah dengan mereplikasi apa yang ia lakukan dengan usaha orang lain. Sementara kompetisi antar host karaoke makin ketat, semakin banyak tempat yang menggunakan jasanya. Sebelum berpindah ke karaoke di bulan Oktober 2004, seorang pemilik restoran menyewa grup musik untuk menghibur pelanggannya, dan biayanya bisa mencapai $1,000.

Hal tersebut hampir membuatnya bangkrut. Setelah tiga minggu memulai karaoke, tempat usahanya mulai mendapatkan pemasukan dari orang-orang yang tertarik bernyanyi. Mereka menyumbangkan atmosfer yang baik ke restorannya. Menurutnya, karaoke juga mencegah orang mabuk-mabukan. Ia juga mengatakan bahwa orang butuh hal lain selain alkohol untuk menghibur diri. 

Karaoke host yang baik juga harus menjadi pemasar yang baik. Menurut pemilik Kings of Karaoke Inc., seorang karaoke host harus terus menawarkan dan menjual jasa karaokenya ke pelanggan baru. Metodenya bisa bertemu langsung, dengan telepon, atau e-mail.

Salah satu cara mendapatkan pelanggan adalah dengan menawarkan jasa karaoke untuk pesta privat.

 

 

Referensi:

http://www.mediabistro.com/portfolios/samples_files/kdfbxrkiyl7fzyjns4f0vsily.pdf

By Arupdiary (Own work) [CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0) or GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html)], via Wikimedia Commons

 

 

Comments

The comments to this entry are closed.