Previous month:
Juli 2014
Next month:
April 2015

Tingkat Kepemilikan Mobil di Malaysia Terbanyak Ke-3 Di Dunia

Menurut yang diberitakan oleh The Star, tingkat kepemilikan mobil di Malaysia menempati urutan nomor 3 di dunia. Data tersebut didapatkan dari survey Nielsen dan dipublikasikan di The Star pada bulan April 2014 lalu.

Menurut The Star, kepemilikan mobil di pasar Asia Tenggara mungkin termasuk dalam yang terendah di dunia, kecuali di Malaysia yang menempati urutan ke-3 secara global, tetapi minat pembelian cukup banyak. Asia Tenggara diramalkan akan menjadi sumber permintaan kendaraan di beberapa tahun ke depan, menurut Niesen.

Menurut Nielsen Global Survey of Automotive Demand, tingkat kepemilikan mobil di Asia Tenggara cukup rendah. Menurut mereka, 47% rumah tangga di Filipina tidak memiliki mobil, dan di Indonesia sendiri ada 46% yang tidak memiliki mobil. Sementara negara produsen review mobil Proton Indonesia terbaik, Malaysia, memiliki tingkat kepemilikan sebanyak 93%. Negara tersebut juga memiliki tingkat kepemilikan mobil lebih dari satu, yaitu 54% rumah tangga memiliki lebih dari satu mobil.

Meskipun tingkat kepemilikan rendah di Asia Tenggara, minat pembelian cukup tinggi. Di negara seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia, tingginya minat memiliki mobil membuat kesemuanya berada dalam 10 besar negara di dunia untuk minat memiliki mobil dalam dua tahun ke depan.

Rata-rata 4 dari 5 konsumen di Indonesia dan Thailand (yaitu 81% dan 79%) berniat membeli mobil dalam dua tahun ke depan, sementara Filipina 76%, da ada tujuh dari 10 orang Malaysia 71% yang berniat membeli mobil dalam dua tahun ke depan. Angka tersebut lebih tinggi di banding rata-rata global yaitu 65%.

Salah satu yang cukup menarik perhatian konsumen di Indonesia adalah Review Mobil Proton Indonesia Terbaik dari negara tetangga Malaysia.


Telor Ceplok Bule

Telor Ceplok Sunny Side Up orang Bule

Kalau orang Indonesia, biasanya memasak telor ceplok berbeda dengan apa yang biasanya dilakukan oleh orang bule.

Kalau di sini, biasanya tinggal panaskan minyak secukupnya, lalu langsung masukkan telor ke dalam wajan. Setelah itu diberi garam secukupnya, dan dibolak-balik sampai matang. Biasanya yang digunakan juga wajan, bukan teflon.

Nah, kalau orang bule, biasanya telor ceploknya tidak sampai matang semua seperti di Indonesia. Biasanya, hanya bagian bawahnya saja yang matang. Bagian atasnya, termasuk kuning telor ceplok, tidak sampai dimasak seperti kita.

Jadi, untuk memasak telor ceplok ala orang bule, perlu mengira-ngira waktu yang tepat supaya bagian atasnya tidak terlalu mentah. Salah satu triknya adalah dengan sedikit menutup wajan sehingga panasnya bisa ikut mematangkan bagian atas telor ceplok.

Memasaknya juga dengan api yang kecil. Tapi itu kalau ingin memasak telor ceplok "sunny side up".

Kalau ingin memasak telor ceplok "over easy", maka telornya dibalik, tapi kuning telor tidak sampai matang. Kalau ingin memasak telor ceplok "over medium", dibalik tapi kuning telor setengah matang. Kalau telor ceplok "over hard", dibalik dan kuning telornya agak lebih matang, tapi tidak seluruhnya matang.

Tapi ya tergantung selera orang bulenya sih, mungkin ada yang suka telor ceplok crispy atau agak gosong.

Daripada bingung, silakan deh lihat video memasak telor ceplok ala bule berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=Z1wjhJaAC4Y

 

 

By tednmiki (Own work) [CC-BY-SA-3.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons